Tepatnya delapan bulan yg lalu aku belajar tidak mempermasalahkan ttg fisik seseorang yg boleh menyayangiku. Sehingga aku mau menemui pria kuning kecoklatan, lebih pendek dari aku, tidak tampan dan berjambul merah persis anak ayam alay. Pada saat itu aku menggunakan maxi dress hitam dan ditemanin red wedges kesayangan. Dia pun terlihat semakin tenggelam dg tampilanku tapi aku tetap belajar menerima ketidaksempurnaan. Aku pun mencoba membuka hati untuk cinta yg lain.
Sering waktu berputar semakin aku menemukan hal yg tidak aku sukai dari kriteria pria idamanku. Pria itu sering mengeluh ttg jalanan macet, lokasi jauh, bukan pengendara yg baik, tidak bisa menjagaku dan selalu memerintah seperti atasan. Namun aku tetap mengabaikan perasaanku untuk berpisah. Pria itupun menjadi cinta buta-ku.
Semakin aku mau mempertahankan pria itu malah dg seenaknya memutuskan untuk berpisah krn aku hobi merajuk dan berniat tidak memikirkan keburukanku yg tidak bisa berubah. Lalu memilih untuk fokus pada pekerjaannya yg lbh penting dari aku. Memuakkan.
Aku memang tak sempurna. Tak seindah bunga di taman. Tak secantik putri kerajaan. Tak sholehah seperti khadijah r.a. Tapi aku hanya wanita yg ingin dibimbing ke arah surga.
Semoga Allah tetap membimbingku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar